Makalah Hidrosfer Perairan Sulawesi

kacapengetahuan.blogspot.com- Tugas Makalah Hidrosfer Perairan Sulawesi

Tugas Makalah Geografi
Hidrosfer Perairan Laut Sulawesi
Mata Pelajaran: Geografi








(logo)









Disususn oleh: Penulis






Hidrosfer Perairan Laut Sulawesi




A. Pengertian Hidrosfer
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara. Secara sederhana, hidrosfer dapat diartikan semua air yang berada di bumi, baik dalam bentuk cair, padat, dan gas.

B. Pengertian Perairan Laut
Laut adalah sekumpulan air yang sangat luas di permukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua atau pulau dengan benua atau pulau lainnya. Laut juga bisa dikatakan merupakan wilayah permukaan bumi yang tertutup oleh air asin. Perairan laut dari pantai sampai ke dasar laut. Laut yang sangat luas disebut samudera, dapat dikatakan bahwa laut merupakan bagian dari samudera. Umumnya perairan laut merupakan massa air asin dengan kadar garam cukup tinggi (rata-rata 3,45%). Laut memiliki sumber daya alam yang melimpah dan sampai saat ini belum dapat dimanfaatkan atau dikelola secara maksimal. Luas laut dibandingkan dengan daratan adalah 7 : 3.

C. Identifikasi Perairan Laut Sulawesi
Laut Sulawesi di barat Samudra Pasifik dibatasi oleh Kepulauan Sulu, Laut Sulu, dan Pulau Mindanao, Filipina, di utara, di timur oleh rantai Kepulauan Sangihe, di selatan oleh Sulawesi, dan di barat oleh Kalimantan, Indonesia . Laut ini berbentuk basin besar, dan kedalamnya mencapai 6.200 m. Memanjang 420 mil (675 km) utara-selatan dengan 520 mil (837 km) timur-barat dan wilayah permukaan totalnya 110.000 mil persegi (280.000 km persegi). Laut ini membuka ke barat daya melalui Selat Makassar ke Laut Jawa.



1. Klasifikasi Laut Sulawesi
a. Berdasarkan kedalaman
Laut Sulawesi memiliki kedalaman mencapai 6.200 m. Dengan kedalaman tersebut, laut sulawesi dapat digolongkan zona abisol. Zona abisol adalah zona laut dengan kedalaman >1.800 m. Di zona ini, tidak ada cahaya matahari sehingga selalu gelap. Suhu di zona ini sangat rendah dan tekanannya sangat tinggi. Ekosistem di zona ini terdiri dari hewan predator, detritivor, dan hewan pengurai.
b. Berdasarkan kejadian atau perubahan yang dialami
Laut Sulawesi merupakan laut ingresi karena laut terjadi perubahan laut yang terjadi ketika dasar laut turun akibat gerakan tektonik. Proses terbentuknya sejalan dengan proses terbentuknya bumi. Laut ingresi memiliki kedalaman lebih dari 200 m.
c. Berdasarkan letaknya terhadap benua
Laut Sulawesi digolongkan berdasarkan letaknya terhadap benua termasuk laut tepi. Laut tepi adalah laut yang terletak di tepi benua (Asia) dan dihalangi oleh gugusan pulau sehingga seolah-olah terpisah dari lautan luas.



2. Morfologi Dasar Laut Sulawesi
a. Paparan benua
Paparan benua adalah dasar laut yang dangkal dan luas mulai dari zona litoral hingga zona neritik dengan kedalaman kurang dari 200 m.
b. Lereng benua
Lereng benua adalah batas dari paparan benua. Morfologi ini terletak hingga zona abisal.
c. Ngarai bawah laut
Ngarai bawah laut memotong paparan benua hingga mencapai lantai samudra dengan tebing curam di kedua sisinya.
d. Dasar samudra
Kedalaman dasar samudra mencapai 1.800 m dan memiliki morfologi datar.
e. Pematang tengah samudra
Pematang tengan samudra adalah jalur memanjang di dasar laut tempat keluarnya magma dari dalam tanah.
f. Gunung laut
Gunung laut adalah gunung yang dasarnya berada di dasar laut. Puncak gunung ini ada yang menjulang hingga atas permukaan laut atau hanya berada di bawah permukaan laut. Di laut sulawesi ada gunung laut, yaitu Gunung Mahangetang dan Gunung Submarin (perairan Utara Sulawesi).
g. Palung laut
Palung laut adalah dasar laut yang sangat dalam, memanjang, sempit dan terjal. Palung laut berasosiasi dengan peristiwa subduksi. Contoh palung yang ada di laut sulawesi adalah Palung Talaud.

3. Gerakan Air Laut
Gerakan air laut secara horizontal dan vertikal disebut juga arus laut. Pergerakan arus laut dipengaruhi oleh gaya tarik bulan dan matahari, kerapatan air akibat perbedaan suhu dan lainnya.
a. Gerakan pasang naik dan surut air laut
Gerakan ini adalah gerakan naik turunnya air laut secara teratur dan berulang-ulang karena pengaruh gravitasi. Tinggi rendahnya pasang surut suatu daerah dipengaruhi oleh bentuk dan jaraknya dengan daratan.
b. Gelombang laut
Gelombang laut adalah gerakan air yang umumnya ditimbulkan oleh energi angin di atas laut tanpa ada perpindahan massa air. Gelombang laut dipengaruhi beberapa faktor, seperti kerapatan angin, lamanya angin bertiup, Fetch atau daerah yang terkena angin, perbedaan kerpatan air laut dan udara, dan kedalaman laut.
c. Arus laut
Arus laut adalah aliran air laut yang mempunyai arah dan peredaran yang tetap dan teratur.

4. Batas Laut Teritorial, Landas Kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif di Laut Sulawesi
a. Batas Laut Teritorial
Batas laut teritorial adalah batas laut kedaulatan pemerintah Indonesia. Ditetapkan dengan Deklarasi Juanda, isinya yaitu batas laut yang dari garis ujung pulau-pulau atau pantai terluar dengan jarak 12 mil ke lautan bebas. Dalam peta di bawah, ditandai garis warna merah tua.





b. Zona Ekonomi Eksklusif
Pada 21 Maret 1980, pemerintah Indonesia menentukan batas laut zona ekonomi eksklusif yang berjarak 200 mil dari garis dasar ke arah laut bebas. Menurut ZEE, segala SDH maupun SDA yang berada di bawah permukaan laut, dasar laut, dan di bawah laut adalah hak eksklusif Negara Kesatuaan Republik Indonesia. Zona ZEE pada peta di atas ditandai daerah yang berwarna merah muda.
c. Batas Landas Kontinen
Batas landas kontinen adalah dasar laut dilihat dari sedi geologi maupun morfologi yang merupakan kelanjutan dari kontinen. Menurut UU, landas kontinen Indonesia adalah dasar laut dari tanah di bawahnya di luar perairan wilayah RI sampai kedalaman 200 meter atau lebih yang masih mungkin diselenggarakan ekspolari dan ekpolitasi kekayaan alam.

D. Permasalahan yang timbul di Laut Sulawesi
1. Rusaknya terumbu karang di Laut Sulawesi

Kekayaan ekosistem terumbu karang di laut Sulawesi tepatnya di perairan Sulawesi Utara (Sulut) berada dalam kondisi kritis. Persentase kerusakan terumbu karang Sulut sudah mencapai 45 persen dan setiap tahun berpeluang meningkat. Sebagian besar terumbu karang yang naas tersebut memunah oleh aktivitas-aktivitas penangkapan ikan yang masih menggunakan bom dan bius, juga rendahnya kesadaran para penangkap ikan yang hanya berorientasi pada hasil tangkapan yang banyak tanpa memedulikan kelestarian lingkungan laut. Selain itu, aktivitas penyelam amatir yang tak dibekali teknik-teknik menyelam di sekitar terumbu karang dan pengaruh sedimen tanah yang dibawa oleh sungai ke laut juga memiliki andil terhadap rusaknya terumbu karang tersebut,
a. Dampak dari kerusakan terumbu karang di laut sulawesi:
1) Hilangnya tempat berkembang biak dan hidup ikan
2) Pariwisata di daerah perairan Sulut berkurang
3) Berkurangnya jumlah ikan yang dapat ditangkap nelayan
4) Keindahan dari ekosistem bawah laut sulawesi turun
5) Gelombang laut tidak dapat terpecah dengan baik
6) Abrasi pantai perairan laut sulawesi
b. Upaya-upaya untuk mengurangi kerusakan terumbu krang di laut sulawesi:
1) Melakukan sosialisasi kepada para nelaya tentang bahaya menggunakan bom atau bius untuk menangkap ikan
2) Memasang tanda peringatan untuk wisatawan agar berhati-hati saat berdekatan dengan terumbu karang
3) Membekali lebih mendalam kepada para penyelam pemula untuk berhati-hati dalam berenang
4) Memberi hukuman atau sanksi bagi siapapun yang merusak terumbu karang
5) Menanami kembali terumbu karang agar ekosistem terjaga

2. Tumpahnya BBM ke laut sulawesi
Kapal tangker MT Sumber Mutiara IX yang mengangkut 700 kiloliter BBM meledak dan terbakar di pulau Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara ketika sedang memompa BBM dari kapal ke darat. Bahan bakar minyak (BBM) yang masih berada di atas kapal tumpah ke laut, dan api terus berkobar di permukaan laut. BBM yang tumpah ke laut tetap terbakar saat laut sedang mengalami pasang.

a. Dampak dari tumpahnya BBM ke laut Sulawesi:
1) Ekosistem di laut rusak
2) Ikan-ikan mati karena tidak bisa bernapas
3) Terumbu karang banyak yang rusak dan tak indah lagi
4) Pemandangan laut menjadi tidak elok lagi
5) Membahayakan warga pesisir akibat api yang menjalar
6) Menurunnya jumlah wisatawan yang datang
7) Nelayan sulit untuk mendapatkan uang
b. Upaya-upaya untuk mengurangi dampak tumpahnya BBM:
1) Memindahkan minyak dengan wadah menggunakan alat skimmer
2) Tumpahan minyak dipercepat proses alaminya menjadi produk yang tidak berbahaya dengan memberi zat nutrien
3) Menambahkan bahan tertentu seperti jerami, rumput kering, dan kapas agar minyak bisa berubah dari zat cair ke padat

3. Kapal asing ilegal Filipina tertangkap di laut sulawesi

Kapal Pengawas Perikanan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap 2 kapal ikan asing ilegal berbendera Filipina. Kapal tersebut ditangkap saat melakukan illegal fishing di Wilayah Pengelolaan Perik
anan Negara Republik Indonesia laut Sulawesi. Penangkapan dilakukan karena kedua kapal tidak memiliki satupun dokumen perizinan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan dari pemerintah Indonesia. Selanjutnya, kedua kapal tersebut di kawal dan diserahkan kepada Pangkalan PSDKP Bitung. Kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran di bidang perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.
a. Dampak dari penangkapan ikan ilegal di laut sulawesi
1) Devisa negara menurun karena berkurangnya jumlah ikan dan akhirnya jumlah barang yang dijual ke luar negeri berkurang.
2) Berkurangnya Ikan dalam jumlah yang besar.
3) Tercemarnya air dan kehidupan ikan karena Ilegal Fishing biasanya memakai paukat harimau, dinamit, bom, dan lain-lain.
b. Upaya-upaya untuk mengurangi penangkapan ikan ilegal di laut sulawesi
1) Mengeluarkan undang-undang tentang pelarangan illegal fishing.
2) Menghimbau atau mengadakan sosialisasi untuk masyarakat.
3) Membuat hukuman atau sanksi yang berat kepada para pelaku
4) Membuat peraturan yang tegas
5) Meningkatkan patroli di sekitar batas-batas negara







Power Point dari Hidrosfer Perairan Sulawesi dapat diakses di GDrive








Daftar Pustaka

https://brainly.co.id/tugas/14618350
https://id.wikihow.com/Melindungi-Terumbu-Karang
http://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2016/01/Karang02.jpg
http://manado.tribunnews.com/2014/05/13/45-persen-terumbu-karang-di-sulut-rusak
http://www.academia.edu/35332305/Dampak_Kerusakan_Ekosistem_Terumbu_Karang_Terhadap_Hasil_Penangkapan_Ikan_Oleh_Nelayan_Secara_Tradisional_Di_Pulau_Siompu_Kabupaten_Buton_Propinsi_Sulawesi_Tenggara
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20170427183203-106-210723/ri-sahkan-persetujuan-batas-zee-dengan-filipina
https://regional.kompas.com/read/2014/01/06/2119326/Kapal.Tangker.Tenggelam.Minyak.Tumpah.ke.Laut
https://fuadsyamsuddin.files.wordpress.com/2016/05/perbatasan-indonesia-dengan-10-negara-tetangga-darat-dan-laut-n.jpg?w=700
https://sains.kompas.com/read/2017/11/19/090900823/laut-sulawesi-perpaduan-garis-wallace-dan-arlindo?page=all



0 Response to "Makalah Hidrosfer Perairan Sulawesi"

Post a Comment

Terimakasih telah mengunjungi blog saya. Dan selamat berkomentar. Tolong jangan sebar link aktif, nge-junk iklan dan lain-lain yang akan merugikan kita semua. Sip